ini cuma sekadar sebuah coretan yang tak tahu di mana mula dan hujung nya. sekadar sebuah luahan rasa hati, pada saat tak tahu berbicara kepada sesiapa selain DIA, dan pada saat merasa bukan semua orang dapat memahami apa yang bersarang di kepala, dan pastinya, bukan semua mempunyai masa untuk mendengar luahan yang ntah apa-apa ni...tapi...pastinya DIA kan punya masa untuk mendengar luahan hati tiap hambanya. saya kongsikan di sini sekadarnya, untuk meluahkan apa yang bersarang di kepala. walau pun anda yang membaca mungkin takkan mengerti apa sebenarnya pokok masalah ni, sejuta terima kasih saya ucapkan kerana telah meminjamkan tangan anda untuk mencari blog ini, juga meminjamkan mata yang cantik itu untuk membaca coretan ini. syukran a'la kulli haal... ;)siang tadi exam ulum hadith, alhamdulillah, masih ALLAH beri ilham untuk menjawab....moga2 beroleh hasil yang baik hendaknya...paling mengecewakan, ia adalah hari yang sangat tak berkualiti...ngantuk setiap kelas...huhu...akibat berjaga malam, memikirkan benda yang tak sepatutnya...Ya Tuhan, pimpinlah aku agar aku benar-benar berada di jalanMu,,...moga tadi adalah hari terakhir dalam episod murung yang melanda hidupku. mengapakah?! bermula dari berita yang tidak enak itu, aku benar-benar ditampar ujian ini, walau hanya sedikit, tapi terasa ia sangatlah besar kesannya. mengapakah? sedang dulu, aku pernah lalui getir yang lebih pahit dari ini, Kau selalu memberi petunjukMu...namun kini, aku bagai tiada layar arah itu.bersemangat!!!! sedang dulu kau sudah dibesarkan dengan penuh semangat oleh jiwa itu, yang didadanya hanya ada jihad untuk agama. datanglah pelangi, membawa pergi hujan duka dan membawa datang wajah ceria....kau telah berada di tempat yang ramai orang impikannya. setelah jiwa itu berlelah menemani malam-malam mu untuk membaca, jiwa itu yang menghantarmu dengan restunya, bahkan jiwa itu yang berdoa untuk mu di depan rumahNya, apakah kau tidak merasa betapa lelahnya dia. membawa langkahnya untuk sampai ke tempat mulia, semata-mata mendoakan untukmu? sedarlah, bahawa kau sungguh beruntung, DIA mengurniakan mu lapangan sebenar sejak dulu. kalau kau masih menyedari....sentiasalah gembira, kerana mukmin yang benar adalah yang gembira berada dalam penjara dunianya, kerna pasti di sana, lembah yang penuh rahmat menanti....sungguh, episod murung ini benar-benar menampar pipiku, bahawa jasad itu telah tiada....pada saat air mata tak mampu diempang, aku mencari dia seperti dulu, untuk bercakap, bercerita, meminta nasihatnya...dan segalanya...tiada...nombornya ku dail, tiada sebarang jawapan...aku rindu............pada semuanya....segala yang aku lakukan pasti ada memori yang terimbas. lalu, benar, aku juga melakukan seperti apa yang telah dilakukannya dulu....temannya membesarkan kami hanyalah ALLAH....kekasihnya sepanjang mengasihi kami hanyalah ALLAH, penasihatnya juga hanya ALLAH...dan air mata itu terus laju. tanpa dapat disekat, dan tanpa aku tahu, di mana tempat letaknya selama ini, selama aku tak mengalirkannya....dan aku tahu, aku akan melakukan apa yang telah dilakukannya, menggembirakan yang lain, dan memberi nyawaku kepada jalan yang telah terbentang ini. jiwa itu pasti tersenyum di sana, kerna dulu, dia telah memberi setiap nafasnya kepada perjuangan ini, lalu dia telah menghirup kembali nafas itu dengan segar sekali di sana......pasti!...dari hati yang mengingati...bahawa hanya DIA untukku...
"Aku mengenalimu melalui satu nama, Aku memahamimu melalui satu renungan, Aku mengingatimu melalui satu kenangan dan Aku menyayangimu melalui satu persahabatan"
Monday, September 27, 2010
aKu iNgIn NaFaS iNi PaNjAnG .......BaNtU, PiMpIn tAnGaNkU, kE sYuRgA SaNa.....
Wednesday, September 22, 2010
13 Syawal 1431 / 22 September 2010
Wednesday, September 8, 2010
Padamu yang Allah pilihkan dalam hidupku..

Dari Ummu Salamah, ia berkata, “Rasulullah s.a.w. bersabda :“Seorang perempuan jika meninggal dan suaminya meredhoinya, maka dia akan masuk surga.”
(Hadith Riwayat Ahmad dan Thabrani)
*****************************************************************************************************************************
Padamu yang Allah pilihkan dalam hidupku..
Ingin ku beri tahu padamu..
Aku hidup dan besar dari keluarga bahagia..
Orang tua yg begitu sempurna..
Dengan cinta yg begitu membuncah..
Aku dibesarkan dgn limpahan kasih yang tak terhingga..
Maka, padamu ku katakan..
Saat Allah memilihmu dalam hidupku,
Maka saat itu Dia berharap, kau pun sanggup melimpahkan cinta padaku..
Memperlakukanku dgn sayang yang begitu indah..
Padamu yang Allah pilihkan untukku..
Ketahuilah, aku hanya wanita biasa dengan begitu banyak kekurangan dalam diriku,
Aku bukanlah wanita sempurna, seperti yang mungkin kau harapkan..
Maka, ketika Dia memilihmu untukku,
Maka saat itu, Dia ingin menyempurnakan kekuranganku dgn keberadaanmu.
Dan aku tahu, Kaupun bukanlah laki-laki yang sempurna..
Dan ku berharap ketidaksempurnaanku mampu menyempurnakan dirimu..
Karena kelak kita akan satu..
Aibmu adalah aibku, dan indahmu adalah indahku,
Kau dan aku akan menjadi ‘kita’..
Padamu yg Allah pilihkan untukku..
Ketahuilah, sejak kecil Allah telah menempa diriku dgn ilmu dan tarbiyah,
Membentukku menjadi wanita yg mencintai Rabbnya..
Maka ketika Dia memilihmu untukku,
Maka saat itu, Allah mengetahui bahwa kaupun telah menempa dirimu dgn ilmuNya.. Maka gandeng tanganku dalam mengibarkan panji-panji dakwah dalam hidup kita..
Itulah visi pernikahan kita..
Ibadah pada-Nya ta’ala..
Padamu yg Allah tetapkan sebagai nahkodaku..
Ingatlah.. Aku adalah mahlukNya dari tulang rusuk yang paling bengkok..
Ada kalanya aku akan begitu membuatmu marah..
Maka, ketahuilah.. Saat itu Dia menghendaki kau menasihatiku dengan hikmah,
Sungguh hatiku tetaplah wanita yg lemah pada kelembutan..
Namun jangan kau coba meluruskanku, karena aku akan patah..
Tapi jangan pula membiarkanku begitu saja, karena akan selamanya aku salah..
Namun tatap mataku, tersenyumlah..
Tenangkan aku dgn genggaman tanganmu..
Dan nasihati aku dgn bijak dan hikmah..
Niscaya, kau akan menemukanku tersungkur menangis di pangkuanmu..
Maka ketika itu, kau kembali memiliki hatiku..
Padamu yang Allah tetapkan sebagai atap hunianku..
Ketahuilah, ketika ijab atas namaku telah kau lontarkan..
Maka dimataku kau adalah yang terindah,
Kata2mu adalah titah untukku,
Selama tak bermaksiat pada Allah, akan ku penuhi semua perintahmu..
Maka kalau kau berkenan ku meminta..
Jadilah hunian yg indah, yang kokoh…
Yang mampu membuatku dan anak-anak kita nyaman dan aman di dalamnya..
Padamu yang Allah pilih menjadi penopang hidupku…
Dalam istana kecil kita akan hadir buah hati-buah hati kita..
Maka didiklah mereka menjadi generasi yg dirindukan syurga..
Yang di pundaknya akan diisi dgn amanah-amanah dakwah,
Yang ruh dan jiwanya selalu merindukan jihad..
Yang darahnya mengalir darah syuhada..
Dan ku yakin dari tanganmu yg penuh berkah, kau mampu membentuk mereka..
Dengan hatimu yg penuh cinta, kau mampu merengkuh hati mereka..
Dan aku akan selalu jatuh cinta padamu..
Padamu yang Allah pilih sebagai imamku…
Ku memohon padamu.. Ridholah padaku,
Sungguh Ridhomu adalah Ridho Ilahi Rabbi..
Mudahkanlah jalanku ke Surga-Nya..
Karena bagiku kau adalah kunci Surgaku..
************************************************************************************************************************
( Oleh Aztriana 180610/ 01’50 Makassar.. ^_^v )